25 Poin Penting bagi Para Orang Tua

Mendidik Si Kecil bisa dibilang gampang-gampang susah. Apalagi bila terlanjur mengikuti banyak teori yang ditawarkan. Sederhanakan saja teori yang ada, menjadi 25 poin penting seperti ini!
1. Penuhi Harapannya. Sempatkan setidaknya 1-2 jam dalam seminggu untuk mengerjakan apa saja yang anak ingin lakukan, tanpa interupsi dari siapa pun atau gangguan dalam bentuk apa pun. Termasuk bila ia ingin bermain game yang tak Anda sukai, atau permainan yang Anda anggap sia-sia seperti membangun balok bertingkat lalu merobohkannya lagi.
2. Say I Love You! Biasakanlah memulai dan mengakhiri hari yang dilalui dengan mengucapkan “I love you.” Sebagai orang tua Anda mungkin sering berpikir, menunjukkan kasih sayang cukup lewat tindakan. Nyatanya? Anak membutuhkan, bahkan mendambakan ucapan tulus untuk benar-benar disayangi orangtuanya.
3. Prioritaskan Keamanan. Jangan lengah mengantisipasi, apa yang kira-kira akan dilakukan anak lalu segera pasang pengaman. Bila Si Kecil berusia 9 bulan dan sudah mulai belajar berdiri, artinya sudah saatnya untuk selalu menutup pagar, memasang bantalan khusus di sudut-sudut meja yang lancip, dan menyingkirkan panci-panci panas dari atas kompor ke tempat aman yang tak mudah diraihnya.
4. Pujilah Pasangan. Jangan pernah mengakhiri hari tanpa mengakui peran pasangan dalam kehidupan buah hati Anda. Lakukan setidaknya sekali dalam satu hari.
5. Pilih TPA (Tempat Penitipan Anak) Yang Baik. Jangan pernah ragu untuk menghabiskan waktu mendatangi sekaligus mengamati bagaimana anak-anak menghabiskan waktunya di TPA untuk bermain dan beraktivitas. Jangan segan-segan pula menggali informasi sebanyak-banyaknya dari pimpinan maupun staf pengasuh TPA mengenai fasilitas yang tersedia. Pendek kata, bersikaplah cermat sebelum menentukan pilihan, tak ubahnya seperti Anda hendak membeli mobil baru yang mahal harganya.
6. Tinggalkan Arena. Bila Si Kecil sudah mampu “mencairkan” susana dengan lingkungan yang baru dimasukinya, segeralah menjauh. Terlalu banyak interaksi langsung berupa tatap muka hanya akan memperbesar situasi penuh konflik.
7. Jangan Langsung Menghukum. Ibaratnya, setiap anak memiliki sebuah cangkir yang perlu diisi dan diisi lagi dengan cinta, perhatian, limpahan kasih sayang, dan penghargaan. Hari-hari yang menyebalkan, dunia yang kasar dan mendatangkan frustrasi akan langsung membuat cangkirnya kosong.
Jika Si kecil berulah, peluklah ia, dengarkan apa yang dikatakannya, dan habiskan waktu bersamanya. Selepas itu ia akan menunjukkan sikap kooperatif, sehingga Anda berdua jadi semakin akrab.
8. Jangan Asal Meninggalkan. Jika Anda sedang memandikan Si Kecil, jangan pernah sekalipun mengangkat telepon yang berdering atau melakukan pekerjaan sambilan lainnya. Tanpa pengawasan Anda, kecelakaan sangat mungkin terjadi hanya dalam hitungan detik!
9. Lihat Perspektif Lain. Sekali dalam seminggu cobalah abaikan pelanggaran-pelanggaran kecil yang dilakukan anak seperti tatakrama di meja makan, lupa membersihkan ceceran makan, dan lainnya. Ingat, Anda juga bukan pribadi yang sempurna, kan?
10. Sempatkan Istirahat. Bila ngotot ingin mematuhi jadwal tidur, Anda akan mudah terjaga dan ini akan membuat mental rapuh, yang ujung-ujungnya berpeluang menyebabkan depresi pascamelahirkan, lho! Jadi, sempatkan tidur dan istirahatlah ketika bayi Anda tertidur pulas.
11. Jangan Panik! Tak perlu kelewat panik bila Si Kecil hanya mau makanan yang itu-itu saja. Anak tak akan kelaparan, kok. Jadi, jangan bosan menawarkan makanan yang beragam dalam porsi kecil tapi sering. Yang jelas, beri contoh dan biarlah ia melihat sendiri betapa Anda menyukai sayur mayur yang selama ini tak disukainya.
12. Lakukan Sekarang, Bicarakan Nanti. Tegurlah langsung dan tunjukkan respons Anda sesegera mungkin ketika anak berperilaku menyimpang. Membahas secara panjang lebar soal insiden itu bisa menyusul, di mana Anda juga perlu menegaskan lagi sejumlah aturan dan apa yang Anda harapkan dari Si Kecil.
13. Jadilah Mainan Favorit Si Kecil. Daripada sibuk mencarikan Si Kecil mainan mahal, mengapa Anda tidak menghiburnya sendiri? Anda bisa bergerak sesukanya, menirukan bebunyian, menari, menyanyi, melakukannya bergantian, dan menanggapi apa yang diperbuatnya. Anda justru akan tampil hangat, penuh kelembutan, sekaligus menjadi mainan yang dijamin aman bagi Si Kecil.
14. Amankah Mobil Anda? Pastikan berulang kali kondisi jok mobil Anda benar-benar aman bagi Si Kecil. Jok khusus anak yang disetel tidak semestinya sering menjadi penyebab kecelakaan. Kapanpun Anda mengajak anak berkendara, pastikan segalanya sudah pada tempat yang semestinya, ya!
15. Bersikaplah Romantis. Sempatkanlah bersenang-senang berdua bersama pasangan. Tunjukkan kemesraan suami-istri, misalnya dengan mencium Si Dia di depan anak, dan biarkan anak mendengar Anda membisikkan “I love you” pada pasangan dengan mesra.
16. Bawa P3K Di Tas. Jangan lupa, bawalah selalu penawar mual/ muntah di dalam tas tangan Anda. Di rumah mungkin selalu tersedia, tapi siapa tahu Anda pun membutuhkannya saat di perjalanan. Terlebih bila dokter menyarankan demikian.
17. Susunlah Album Foto. Paling tidak sisihkan selama 2 jam dalam sebulan untuk menyusun foto-foto agar menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi seluruh anggota keluarga. Selagi mengumpulkan foto-foto dan barang-barang suvenir, bukankah Anda jadi punya waktu merefleksikan kembali hal-hal berharga dalam hidup?
18. Rawatlah Kulit Si Kecil. Sediakan selalu baby oil atau krim pelembut dalam kemasan jumbo di meja kamar bayi. Pijatlah kedua kakinya secara bergantian sambil mengoleskan krim pelembut setiap kali mengganti popok atau baju.
19. Sah Saja Memberi Julukan. Panggilah Si Kecil dengan sebutan khusus yang mencerminkan uniknya hubungan Anda dengannya. Seorang anak yang punya banyak nama panggilan merupakan anak yang senantiasa disayangi dengan berbagai cara.
20. Cermati Label Kemasan Makanan. Bacalah label di setiap kemasan makanan untuk anak yang Anda beli. Pastikan Anda tahu persis apa yang dimakan Si Kecil, terutama bila ia mengidap alergi terhadap jenis bahan pangan tertentu.
21. Kompak Di Depan Anak. Sekalipun Anda dan pasangan berbeda pendapat mengenai strategi mengatasi kenakalan anak, tetaplah bicarakan dan baca berbagai sumber mengenai hal itu sampai Anda berdua mencapai kesepakatan atau menemukan kompromi dan solusi terbaik.
22. Jangan Lewatkan Ritual Keluarga. Seminggu sekali lakukan aktivitas bersama, seperti membaca buku dengan suara keras, berjalan-jalan, menjelajahi hutan, atau menikmati sarapan hari Minggu di kedai makan yang sama. Percayalah, pengalaman khusus ini akan meninggalkan kesan mendalam di ingatan anak-anak.
23. Cegah Tindak Kekerasan Sejak Awal. Jangan pernah biarkan anak memukul atau menendang Anda, sekalipun saat itu ia begitu marah atau frustrasi. Segera tahan tangan atau kakinya cukup kuat, sehingga ia tak bisa melancarkan aksinya. Katakan dengan tegas dan suara lantang, “Kamu tidak boleh memukul Ibu.”
24. Asah Kepekaan Seninya. Ajari Si Kecil nyanyian-nyanyian sederhana atau puisi khusus untuk anak-anak. Melantunkan lagu dan puisi sungguh menyenangkan sekaligus mengasah keterampilan Si Kecil dalam mengatur intonasi yang kelak dibutuhkannya dalam membaca.
25. Jangan Langsung Menggendongnya. Ketika bayi terbangun, jangan langsung menggendongnya. Membiarkannya belajar menenangkan diri sendiri merupakan kunci penting agar ia tak rewel di saat tidur malam. Tak perlu resah bila ia langsung tertidur pulas saat Anda menyusuinya atau memberinya susu botol sebelum waktu tidur. Sengaja mengganti popok biasanya merupakan cara ampuh untuk membuatnya terbangun.

Yuk sama2 kita laksanakan mulai sekarang🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s